Menyambung tulisan singkat sebelum ini, saya kembali coba mengurai sebuah pembahasan tentang keharusan kita bergantung kepada Allah SWT. Mengapa kita harus bergantung sepenuh hati kepada-Nya, dan bagaimana caranya.
Hal demikian terjadi dan sangat ingin saya kemukakan adalah karena ini terjadi di dalam kehidupan pribadi saya. Tepatnya ketika mengelola bisnis warung makan yang saya dirikan bersama istri yang dibantu oleh kedua orang tua kami beserta saudara-saudara dari pihak istri.
Sebuah fenomena yang sebelumnya sudah saya dengar, namun kini benar-benar saya rasakan secara langsung.
Sebelum ini saya pernah dengar bahwa kalau mau berdagang,khususnya warung makanan (nasi) harus punya "penglaris" atau "pemakai". Tanpa itu katanya kita tidak akan pernah bisa maju. Rupanya, saya "terpaksa" harus mengiyakan hal tersebut. Mengapa? semua hal yang pernah saya dengar ternyata benar-benar terjadi ! Tiga hari setelah saya buka, saya mencapai pendapatan yang tertinggi, dan besoknya selama tiga hari nasi kami basi tanpa sebab yang jelas. Padahal kualitas beras yang kami gunakan adalah kualitas yang baik, artinya beras asli yang bukan oplosan ! Dan setelahnya berturut-turut ada lalat dan serangan kecoa yang jumlahnya bs ratusan. Dan setelah itu warung kami sepi pengunjung. Ada orang yang berkomentar bahwa warung kami terasa gelap dan tidak nyaman. Semua orang jalan seolah-olah tidak melihat keberadaan warung kami.
Satu persatu personil kondisinya melemah, dimulai dari saya yang demam selama beberapa hari dan seterusnya. Mulai dari situlah kebimbangan merasuki diri saya. Beberapa orang menyarankan agar saya meng-counter mereka dengan menggunakan "penglaris" juga. Alhamdulillah, Allah memberikan hidayah-Nya. Saya meningkatkan ibadah shalat malam, dan disitu saya mendapatkan sesuatu. Ya..saya diberikan sebuah keyakinan bahwa semua itu adalah "bullshit" omong kosong !
Dari sana saya melihat bahwa kalau kita mau menggantungkan nasib, dan percaya sepenuh hati kepada kekuasaan Allah, maka dunia pun akan mengikuti kita. pahamilah sepenuh hati surat Al Ikhlash. Disitulah kunci buat kita meuwudkan impian di dunia tanpa harus berbuat syirik...wallahu 'alam...
Sabtu, 18 April 2009
Senin, 02 Maret 2009
BERGANTUNGLAH KEPADA ALLAH
Semalam saya berbincang dengan seorang teman yang intinya adalah menyatakan bahwa ternyata kini masyarakat kita tengah dilanda "penyakit" Wahn...apakah penyakit Wahn itu..?
Dalam sebuah riwayat Rasullullah bersabda bahwa kelak umatku akan diperebutkan seperti sebuah makanan yang disajikan namun disekitarnya dikelilingi oleh anjing. Kemudian salah seorang sahabat bertanya,"mengapa hal demikian sampai terjadi ya Rasul? apakah karena jumlah kita yang sedikit?" Kemudian Rasulullah menjawab,"tidak. Justru ketika itu umat islam bertambah banyak." Dan sahabat pun bertanya kembali,"lalu apa yang terjadi dengan mereka ?" Rasul menjawab, "mereka semua terkena penyakit wahn.." Dan sahabat kembali bertanya,"apakah yang dimaksud penyakit wahn itu ya rasulullah?" Rasul menjawab,"wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati..."
Shodaqurrasul yaa karim...Rasulullah telah berkata benar dan tepat. Lihatlah kondisi umat islam sekarang. Kita memang mungkin berada di tengah,sebagai center of interest. Tapi lihat pulalah betapa banyak orang yang mengelilingi ingin menghancurkan islam..!
Dan sebenarnya yang paling berbahaya sebenarnya bukanlah musuh yang datang dari luar islam, melainkan adalah musuh yang ada didalam tubuh umat islam sendirilah yang harus kita waspadai.
Agar kita tidak dihancurkan sebenarnya ada satu jalan. Apakah itu ?
Iqra yaa ayuhal muslimun...bacalah wahai orang-orang islam...bacalah Al Qur'an mu, bacalah kondisi alam dan jaman ini.
Dan mungkin kita akan menjawab seperti yang dahulu Muhammad alami, yaitu..maa ana bi Qari..saya tidak dapat membaca. Apa yang harus kita baca...?
Maka kini kita ikuti sunnah Rasul tersebut...(jangan cuma sunnah Rasul yang tiap malam jumat saja yang kita jalani).
Sebagai bahan bacaan untuk kita semua adalah bahwa selain penyakit wahn tadi ternyata umat sekarang sudah sedemikian bobroknya. Mereka lebih percaya kepada selain Allah. Kini telah terjadi "penyembahan-penyembahan" kepada selain Allah....
to be continued..
Dalam sebuah riwayat Rasullullah bersabda bahwa kelak umatku akan diperebutkan seperti sebuah makanan yang disajikan namun disekitarnya dikelilingi oleh anjing. Kemudian salah seorang sahabat bertanya,"mengapa hal demikian sampai terjadi ya Rasul? apakah karena jumlah kita yang sedikit?" Kemudian Rasulullah menjawab,"tidak. Justru ketika itu umat islam bertambah banyak." Dan sahabat pun bertanya kembali,"lalu apa yang terjadi dengan mereka ?" Rasul menjawab, "mereka semua terkena penyakit wahn.." Dan sahabat kembali bertanya,"apakah yang dimaksud penyakit wahn itu ya rasulullah?" Rasul menjawab,"wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati..."
Shodaqurrasul yaa karim...Rasulullah telah berkata benar dan tepat. Lihatlah kondisi umat islam sekarang. Kita memang mungkin berada di tengah,sebagai center of interest. Tapi lihat pulalah betapa banyak orang yang mengelilingi ingin menghancurkan islam..!
Dan sebenarnya yang paling berbahaya sebenarnya bukanlah musuh yang datang dari luar islam, melainkan adalah musuh yang ada didalam tubuh umat islam sendirilah yang harus kita waspadai.
Agar kita tidak dihancurkan sebenarnya ada satu jalan. Apakah itu ?
Iqra yaa ayuhal muslimun...bacalah wahai orang-orang islam...bacalah Al Qur'an mu, bacalah kondisi alam dan jaman ini.
Dan mungkin kita akan menjawab seperti yang dahulu Muhammad alami, yaitu..maa ana bi Qari..saya tidak dapat membaca. Apa yang harus kita baca...?
Maka kini kita ikuti sunnah Rasul tersebut...(jangan cuma sunnah Rasul yang tiap malam jumat saja yang kita jalani).
Sebagai bahan bacaan untuk kita semua adalah bahwa selain penyakit wahn tadi ternyata umat sekarang sudah sedemikian bobroknya. Mereka lebih percaya kepada selain Allah. Kini telah terjadi "penyembahan-penyembahan" kepada selain Allah....
to be continued..
Senin, 12 Januari 2009
"TUNJUKKAN DIMANA LETAK PASAR..!"
Era krisis global melanda dunia...kondisi pasar dunia bergejolak. Dan kini bangsa kita terkena imbas dari itu semua, pabrik-pabrik dan kantor-kantor mulai mengefesiensikan diri mengambil ancang-ancang untung melakukan pengurangan pegawai.
Mengerikan ! jutaan orang di prediksi bakal menjadi pengangguran dimana hal tersebut akan menimbulkan kemiskinan baru. Negara kita yang sedang menata ini, seakan bersiap untuk menghadapi keterpurukkan yang teramat buruk. Lantas apa sikap kita menghadapi semua itu ?
Saya jadi teringat kisah shiroh Nabawiyah, atau kisah perjalananan Nabi Muhammad SAW.....
Ketika itu Nabi dan para pengikutnya baru saja eksodus/hijrah ke kota yastrib atau yang kemudian kita kenal sebagai kota Madinah Al Munawaroh. Tahun itu adalah tahun yang pahit untuk kaum muslimin, mereka dalam kondisi yang teramat sulit. Para sahabat yang loyal kepada nabi dengan gagah perkasa begitu berani mengeluarkan sebagian bahkan seluruh hartanya sebagai dana perjuangan. Nabi dan para sahabat serta kaum muslimin mendapat tekanan demi tekanan yang tiada terkirakan, bahkan sempat mengalami embargo ekonomi yang dilakukan oleh kaum kaum musyrikin Mekkah.
Para sahabat Khulafaur Rasyidin telah menyumbangkan harta mereka dengan ke ikhlasan dan kemudian di ikuti oleh salah seorang sahabat yang tergolong konglomerat seperti Abdurrahman bin 'Auf. Dengan gagah perkasa ia menyumbangkan seluruh hartanya kepada perjuangan islam. Dan ketika itu Nabi serta para sahabat lainnya terkesima, dan nabi bertanya, "sisakan hartamu untuk dirimu dan keluargamu." Dan kemudian dengan gagah ia hanya menjawab, " Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku dimanakah arah pasar..."
Dan setelah beberapa waktu, Abdurrahman bin 'auf menunjukkan kepada Nabi dan kaum muslimin, ia berhasil kembali mengumpulkan harta dengan cara berdagang...subhanallah...
Lihatlah mental para sahabat radhiallahu anhum mereka tidak sedikitpun merasa berduka telah kehilangan harta benda yang bisa dibilang tidak sedikit. Dengan kelapangan jiwa, keberanian dan tentunya kreatif serta inovatif mereka kembali dapat menjadi orang kaya harta.
Dan kita...?
Kenapa kita harus terpuruk dan merasa begitu miskin hanya karena kita di PHK? Mengapa begitu kecil nyali ini untuk memulai sebuah usaha hanya karena takut tidak laku, atau bahkan takut bangkrut? Bagaimana bila kita berada di dalam kondisi seperti saat itu yang jelas-jelas dalam kondisi di embargo, dan datang ke sebuah kota yang sama sekali tidak mereka kenali medannya.
Belajarlah dari Abdurrahman bin Auf yang dengan gagahnya berkata minta ditunjukkan pasar, padahal kala itu ia tidak memiliki modal harta sedikitpun. Apa yang membuat beliau begitu tegar ? satu jawabannya....inna lilahi wa inna ilaihi raji'un...sesungguhnya yang datang dari Allah maka Allah lah tempat kembalinya..
Maksudnya, janganlah kita bermental miskin, karena pada hakikatnya memang kita tidak memiliki apapun...itulah ikhlas.
Namun ikhlas saja tidak cukup, karena the show must go on, untuk itulah perlu disertakan dengan tawakal..faa idza azamta faa tawakal 'ala allahu...bulatkan tekad dan berserahlah kepada Allah SWT....
Kebulatan tekad di dasari oleh keteguhan dan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya dan Maha berkehendak..(jadi untuk apa kita ragu...?), jalani semua itu dan pasrah ke hadirat ilahi rabbi..Insya allah keberkahan menyertai kita...
Jadi selaku orang beriman, kita tidak boleh takut dengan banyaknya kompetitor di bidang bisnis, justru dengan itu kita harus yakin dan kreatif. Ingatlah bahwa rejeki seseorang itu tidak akan tertukar, Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa....
Dan kini semua tergantung anda, sanggupkah anda berkata, "dimanakah pasar.." dan berani berjibaku di dalamnya tanpa keputus asaan dengan menyerahkan segala hasil hanya kepada Allah Azza Wa Jalla....
Wallahu 'alam bi showab...
Minggu, 04 Januari 2009
THE NEW SPRITUALITY
Baru saja saya melihat sebuah tayangan yang menyatakan bahwa kini banyak bermunculan aliran-aliran spritualitas yang baru. Fenomena apakah ini ? Apakah kehadiran agama-agama yang di akui dunia atau bahkan negara kita sudah kurang daya tariknya ?Mungkin jika kita amati sepintas jawabannya adalah iya ! Tapi benarkah?Di tengah kondisi dunia yang semakin semrawut, himpitan ekonomi, riuh rendah kampanye politik, hingga meletusnya neo kolonialisme yang diserukan oleh Amerika dan Israel yang notabene adalah zionis, benar-benar sebuah kondisi yang memuakkan dan cukup membuat stres....Dan sebagai seorang muslim saya memandang hal ini dengan sangat miris. Tragis dan merupakan sebuah ironi, bahwa kini umat manusia sudah kehilangan identitas kemanusiaannya yang terbungkus di dalam nilai-nilai keagamaan.Padahal kita, selaku muslim telah diyakinkan oleh Allah SWT dan Rasulnya Muhammad SAW bahwa islamlah yang paling pantas untuk menjadi solusi agama serta keyakinan yang ada di dunia ini, islamlah sebuah realitas yang paripurna (baca QS Al Maidah (5) : 3).Sebuah arogansi atau kesombongankah manakala kita berujar demikian ? tidak wahai saudaraku..manakala kita masih memandang islam sebagai sesuatu yang belum sempurna itu adalah sebuah kesalahan berpikir yang sangat fatal ! Al Qur'an terdiri dari 6236 ayat dimana masing-masing ayat mempunyai argumentasi yang tiada terbantahkan, bagaimana mungkin aturan seindah itu belum final? Marilah kita gunakan nurani, dan pandang dengan keikhlasan...insya Allah kita akan mengerti dan memahami bahwa semua aliran itu adalah sebuah bentuk kebodohan umat manusia. Sebuah neo jahiliyah...Namun dengan adanya sunatullah tersebut bukan berarti kita butuh seorang juru selamat kembali...kita cukup mempelajari dan memperdalam serta menggali isi kandungan Al Qur'an, maka semua jawaban realitas dunia akan kita temui...Sebagaimana Sayidina Abu Bakar As Sidiq yang pernah berujar ketika beliau dilantik sebagai khalifah pertama, bahwa "seandainya tali kekang untaku lepas niscaya akan aku temukan jawabannya di Al Qur'an" yang berarti Islam adalah dan Al Qur'an adalah sebuah rujukan shahih yang sudah final....Lantas mengapa kita masih mencari jawaban ? Bukankah jawaban setiap masalah manusia telah ada?Saudaraku...mari kini kita bersemboyan : Al islam ya'lu wa laa yu'la alaih...Islam itu tinggi dan tidak ada lagi yang lebih tinggi daripadanya....Wallahu 'alam bi shawab
Selasa, 16 Desember 2008
JANGAN JADI KECOA !
Pernah liat kecoa ? apa menariknya hewan yang satu ini ?
Kecoa adalah insekta dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3.500 spesies dalam 6 familia. Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi, kecuali di wilayah kutub.
Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika, Periplaneta americana, yang memiliki panjang 3 cm, kecoa Jerman, Blattella germanica, dengan panjang ±1½ cm, dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1½ cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini.
Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika, Periplaneta americana, yang memiliki panjang 3 cm, kecoa Jerman, Blattella germanica, dengan panjang ±1½ cm, dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1½ cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini.
Nah itu sekelumit info tentang kecoa...
Namun bukan itu yang hendak kita bahas disini. Pagi tadi, ketika sedang buang hajat, ada seekor kecoa yang tanpa sengaja tersenggol oleh pintu kamar mandi. Ketika saya membuka pintu kecoa itu rupanya hendak keluar, tapi apes...ia terkena ujung pintu. Dan anda tahu apa yang terjadi? kecoa itu terbalik, seperti posisi terlentang pada manusia.
Awalnya saya tidak begitu tertarik, karena konsen saya sedang ke perut. Namun, tiba-tiba saya jadi tertarik memperhatikan kecoa itu. Ia menggoyangkan kaki-kakinya sekuat tenaga, saya masih belum "ngeh" apa yang sedang dilakukan hewan satu ini. Terus saya perhatikan dengan seksama...satu menit...dua menit..gerakan kakinya kian cepat..tapi tetap saja ia tidak dapat kembali ke posisi semula.
Di menit-menit selanjutnya, si kecoa sudah mulai frustasi ia mengeluarkan seluruh daya upaya...tapi tetap saja tidak bisa...kasihan...ia mungkin berharap ada pertolongan...entah dari semut atau mungkin ia dapat menggapai tembok sebagai pijakan untuk mengembalikan posisi tubuhnya..tapi sayang semut tak datang tembok pun jauh tak terjangkau...
Hmm...untung kita manusia yang punya tulang punggung bukan seekor kecoa. Anda tahu..bila si kecoa terus seperti itu maka ia akan mati kelelahan...
Apa hikmahnya...?
Rupanya itu adalah jawaban dari buku-buku yang pernah saya baca...the law of attraction karya michael j losier...the law of succsess karya Napoleon Hill...dan juga hasil perenungan saya dalam tulisan sebelum ini...
Manusia harus mampu bangkit dari keterpurukkan hidupnya..karena pada hakikatnya memang kita mampu. Sekelumit pesan yang saya tangkap dari buku the law of attraction adalah bahwa segala sesuatu yang kita fikirkan dengan segenap perhatian/konsentrasi penuh, ataupun dengan energi yang tercurah juga dengan konsen penuh baik itu positif atau negatif maka semuanya akan berbalik kepada diri kita...you are what you think you are.
Hal itu pula yang dinamakan "power" dan "master mind" dalam teori law of succsess-nya Napoleon Hill...
Dan yang lebih mengagumkan lagi teori tersebut sudah disampaikan oleh Muhammad SAW berdasarkan wahyu Allah QS Ar Ra'd (13) : 11...
So, tinggal pilih saudaraku...kita diam kehabisan tenaga dan mati atau bergerak kehabisan tenaga dengan meraih kesuksesan...? It's your choice...!
Sabtu, 13 Desember 2008
SEMUANYA TERGANTUNG DIRI KITA !
Banyak orang putus asa dan menyerah pada keadaan. Seringkali mereka menyalahkan kondisi, meratapi yang telah hilang, menangisi sesuatu yang mungkin tak akan kembali. Mereka memanjangkan angan-angannya, andaikata begini tentunya tidak begitu, andaikata begitu tentunya tidak begini...dan seterusnya yang intinya adalah sebuah bentuk penyerahan salah kaprah.....
Melihat masalah seolah setinggi gunung, namun mereka lupa bahwa gunung itu dapat didaki. Merasakan masalah bagaikan beban berat beribu-ribu kilogram, mereka lupa bahwa seberat apapun beban sesungguhnya dapat terangkat asal kita berpikir...
Saya tertarik ketika menyimak salah satu event dari sebuah fun outbond games dua hari lalu di hotel jayakarta anyer yang di selenggarakan secara apik oleh tim games dari senopati buana sakti...
Ketika itu sedang di sampaikan games energizer hypnosist dan brain power. Di dalam energizer hypnosist kita di ajak untuk menyamakan brain resonan atau getaran otak..yah otak kita adalah merupakan sebuah transmisi yang canggih. Kita sering melupakan hal itu...
Dan di games brain power kita diajak untuk meyakini kekuatan otak...membangkitkan alam bawah sadar kita....
Kesimpulan yang saya dapat bahwa manusia itu luar biasa! sebenarnya kita tidak memerlukan handphone manakala kita mampu mengoptimalisasi kemampuan otak kita. Kita sangat bisa mempengaruhi orang lain, manakala kita yakin dan sudah dalam kondisi "nol".
Dan kemampuan alam bawah sadar kita pun sesungguhnya adalah luar biasa. Kita dapat melakukan apapun selama kita mau dan meyakininya...you are what you think you are...
Mau bukti? ya silahkan saja anda buktikan sendiri...
Innalloha laa yughoiru maa bi qaumin hatta yughoiru maa bi anfusihim...Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu mau merubah keadaannya sendiri....
Senin, 01 Desember 2008
MANAJEMEN KONFLIK ALA TUKANG BUBUR
Pernah dengar peribahasa nasi sudah menjadi bubur ? sebuah peribahasa yang sudah sedemikian populernya, sebuah peribahasa yang menggambarkan sebuah peristiwa atau kejadian yang sudah terlanjur...
Lalu apa istimewanya ? ketika kita ingin menyantap nasi disertai lauk pauk yang lezat, ternyata nasi yang kita masak terlalu banyak air, sehingga menjadi bubur. Bagi para penggemar nasi hal tersebut sangatlah mengecewakan tentunya.
Begitupun manakala kita mengalami sebuah kejadian, misalnya kita gagal mengantisipasi rencana kita, maka kekecewaan pun akan muncul. Dan biasanya keluarlah peribahasa yang "menghibur" tadi. "Yakh...apa lagi yang harus kita lakukan..nasi sudah jadi bubur..." ucap orang yang gagal dengan sedih.
Sehina itukah bubur? atau sebegitu hebatnyakah nasi? sehingga ketika nasi berubah bentuk seolah segalanya telah hancur...seolah semua harapan telah sirna..pupus bersama angin yang berhembus...?
No..no..no..tidak wahai saudaraku...!
Bubur dan nasi adalah dua hal yang berbeda..! kita tentu baru tersadar setelah kita mendengar istilah bubur ayam spesial..ya bubur ayam..
Saya rasa kita semua pernah menyantap makanan yang satu ini. Apakah makanan ini makanan basi yang tidak dapat disantap lagi ? ternyata tidak bukan ?
Entah siapa yang pertama kali melakukan inovasi super kreatif tersebut, yang pasti ia tukang bubur ayam. Dan kita berandai-andai bahwa terciptanya makanan luar biasa itu adalah karena sebuah "kecelakaan". mungkin...awalnya ia tukang nasi goreng..who knows ? lalu ketika ia menanak nasi tiba-tiba nasinya terlalu lembek. Apabila nasi terlalu lembek maka sangat tidak nikmatlah bila kita santap sebagai nasi goreng, dimana-mana nasi goreng yang enak boleh dibilang "pera". Nah, lalu akhirnya sang tukang bubur berpikir keras, selain tidak enak, manakala dipaksa maka nasi akan menempel di penggorengan.
"Eureka..!" (lho ini tukang bubur apa archimedes ya, hehe)...tiba-tiba si tukang bubur teriak dan tersenyum gembira, ia tidak meratapi nasi sebakulnya yang kelembekkan..karena biasa ia menjual dengan dua bakul, maka ia berspekulasi..
"Yo wis...mbokne...saiki kowe joki banyu wae segone..sego sing iki tak dadekne bubur...." (ya sudah istriku..sekarang kamu tambahkan air saja nasinya..nasi yang ini saya jadikan bubur)
Dan akhirnya hari itu tambahlah menu di warungnya. Nasi yang sudah jadi bubur itu ia tambahkan ayam, bawang goreng, seledri, kacang, cakwe, dan kecap asin. Hasilnya luar biasa...nikmat..dan pembeli tidak pernah tahu bahwa itu adalah hasil dari sebuah "kecelakaan kerja"
Hikmah apa yang bisa kita ambil ?
Manakala kita gagal..kegagalan itu bukanlah sebuah kebinasaan...tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Kegagalan dapat menjadi berkah manakala kita tidak menjadi lemah dan putus asa. Namun kegagalan pun dapat menjadi musibah manakala kita salah dalam menyikapi kegagalan tersebut. Kegagalan yang hakiki adalah manakala kita jatuh dan terpuruk tanpa pernah ada motivasi untuk bangkit lagi.
Seperti tukang bubur..manakala kita menghadapi masalah atau bahkan kegagalan jangan kita lari darinya..datang hadapi dan selesaikan ! bolehlah nasi sudah menjadi bubur, namun bukan berarti bubur tak dapat dinikmati dengan nikmat. Segera ambilah,ayam,seledri,bawang, kecap dll, jadikan bubur "sial" tadi menjadi bubur spesial.
Manakala masalah sudah datang menerpa sedemikian pahitnya...belajarlah menerima dengan lapang dada dan bertakwa serta bertawakal kepada Allah...nikmatilah kegagalan itu dengan merasakan tiap detilnya dengan cara evaluasi, kemudian susun langkah lagi dan jangan ada sedikitpun trauma.
Seperti Group Band Dewa 19 pernah berkata dalam lirik lagunya....hadapi dengan senyuman semua yang terjadi biar terjadi....
jangan takut karena takut hanya akan membuat anda tidak berani !
wallahu 'alam
Pancoran, hari ini....
"Eureka..!" (lho ini tukang bubur apa archimedes ya, hehe)...tiba-tiba si tukang bubur teriak dan tersenyum gembira, ia tidak meratapi nasi sebakulnya yang kelembekkan..karena biasa ia menjual dengan dua bakul, maka ia berspekulasi..
"Yo wis...mbokne...saiki kowe joki banyu wae segone..sego sing iki tak dadekne bubur...." (ya sudah istriku..sekarang kamu tambahkan air saja nasinya..nasi yang ini saya jadikan bubur)
Dan akhirnya hari itu tambahlah menu di warungnya. Nasi yang sudah jadi bubur itu ia tambahkan ayam, bawang goreng, seledri, kacang, cakwe, dan kecap asin. Hasilnya luar biasa...nikmat..dan pembeli tidak pernah tahu bahwa itu adalah hasil dari sebuah "kecelakaan kerja"
Hikmah apa yang bisa kita ambil ?
Manakala kita gagal..kegagalan itu bukanlah sebuah kebinasaan...tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Kegagalan dapat menjadi berkah manakala kita tidak menjadi lemah dan putus asa. Namun kegagalan pun dapat menjadi musibah manakala kita salah dalam menyikapi kegagalan tersebut. Kegagalan yang hakiki adalah manakala kita jatuh dan terpuruk tanpa pernah ada motivasi untuk bangkit lagi.
Seperti tukang bubur..manakala kita menghadapi masalah atau bahkan kegagalan jangan kita lari darinya..datang hadapi dan selesaikan ! bolehlah nasi sudah menjadi bubur, namun bukan berarti bubur tak dapat dinikmati dengan nikmat. Segera ambilah,ayam,seledri,bawang, kecap dll, jadikan bubur "sial" tadi menjadi bubur spesial.
Manakala masalah sudah datang menerpa sedemikian pahitnya...belajarlah menerima dengan lapang dada dan bertakwa serta bertawakal kepada Allah...nikmatilah kegagalan itu dengan merasakan tiap detilnya dengan cara evaluasi, kemudian susun langkah lagi dan jangan ada sedikitpun trauma.
Seperti Group Band Dewa 19 pernah berkata dalam lirik lagunya....hadapi dengan senyuman semua yang terjadi biar terjadi....
jangan takut karena takut hanya akan membuat anda tidak berani !
wallahu 'alam
Pancoran, hari ini....
Langganan:
Postingan (Atom)