Selasa, 12 Oktober 2010

MELEBUR MENJADI SATU

"Aku di PHK.." Roni berkata lirih dengan tatapan mata yang kosong
"Mas, tak usah sedih, aku kan masih kerja." hibur Rani
"Gimana tanggapan keluargamu nanti?”
"Mas..kita sudah berkomitmen, uang dan materi bukanlah landasan utama rumah tangga kita. Kamu yang mengajari bahwa ibadahlah tujuan kita menikah.." Ujar Rani
"Betul, tapi aku khawatir anggapan dari keluargamu, bahwa aku hanya mengandalkan dirimu..aku hanya numpang hidup..."
Rani tersenyum, "Sudahlah mas.."
"Aku khawatir..."
"Simpan khawatirmu...aku yakin kamu adalah suami yang baik, mampu menafkahi lahir dan batin, kalo sekarang kamu sedang mengalami kesulitan ekonomi itu bukan masalah..aku yakin kamu pasti bisa bangkit lagi.Tak usah khawatir anggapan orang lah"
Roni terdiam dan menundukkan kepala
"Kamu pernah bilang..bahwa pernikahan itu ibarat menyeduh air kopi. Untuk membuat kopi yang enak, kita perlu air panas dan setelah itu kita aduk agar dua zat yang berbeda itu dapat menyatu. Jadi pernikahan itu menyatukan dua keluarga besar, di dalamnya akan ada rasa campur aduk bahkan mungkin akan ada peristiwa yang panas. Tapi justru dengan begitu akhirnya pernikahan itu bisa menjadi sesuatu yang indah untuk dinikmati."
Spontan Roni memeluk Rani sebagai ungkapan cinta dan syukur yang tiada tara.


http://lombaffblogfammpid.multiply.com/photos/hi-res/1M/11"> http://images.lombaffblogfammpid.multiply.com/image/3N8VmbhIPhVcOtc-AveGOg/photos/1M/300x300/13/MPID-Thumbnail.jpg?et=tXUd9gGa+OdMFCqXUnR%2C2A&amp%3Bnmid=0" border="0" alt="" />
http://lombaffblogfammpid.multiply.com/photos/hi-res/1M/11">http://images.lombaffblogfammpid.multiply.com/image/WKtOjXuhKmVOMudZFCsU5g/photos/1M/300x300/11/pestablogger.com.jpg?et=C2v+KDi+E2Yx9lutwdQuJw&amp%3Bnmid=0" border="0" alt="" />
http://blogfam.com/forum/" target="_blank">http://blogfam.com/images/bloggerfamily.gif" border="0" alt="BlogFam Community" width="120" height="45" />


Jumat, 08 Oktober 2010

TAHU

Pagi ini kembali Allah SWT membisikkan Hikmahnya ke relung kalbu ini...

Berawal dari sebuah Tahu yang terjatuh dari dapur kami, beberapa tahu yang baru terbeli itu hancur seketika. Awalnya aku tak begitu tertarik karena itu hanya sebuah kejadian biasa. Namun, tiba-tiba...Eureka ! aku mendapatkan sebuah ide dan juga sebuah pelajaran baru tentang peristiwa yang dianggap biasa oleh siapapun itu.

Aku jadi teringat dengan kegagalan-kegagalanku dalam menghadapi ujian hidup, begitupun dengan kegagalan beberapa orang yang ada di sekitarku, baik yang di "curhat"kan secara langsung atau hanya sekedar mengetahui sepintas lalu.

Rata-rata orang ketika sedang mengalami kegagalan memiliki kecenderungan untuk terpuruk. Seolah kegagalan itu adalah kiamat alias kehancuran total. Seolah kegagalan itu adalah sebuah kenistaan tingkat tinggi, dan tidak akan mungkin dapat di kembalikan atau di carikan solusi terbaik dari hal itu.

Melihat tahu yang hancur itu sepintas kita pun akan merasa sama, namun sesungguhnya tahu itu masih bisa di olah serta kembali di konsumsi. Memang, secara bentuk memang kita tak bisa membuat tahu goreng, tahu bacem, atau olahan tahu lain yang masih menghendaki tahu yang berbentuk kenyal itu. Tahu itu masih tetap bisa di nikmati dengan diolah menjadi pepes tahu misalnya...atau jenis masakan lain (Mungkin chef Farah Quin lebih ahli dalam hal ini..)

Begitu pun manusia yang gagal dalam setiap kehidupannya...harusnya ia tak boleh terpuruk, minder, trauma, apalagi paranoid. Selama Tuhan masih memberikan waktu bernafas yang cukup sesungguhnya semua itu masih dapat teratasi.

Kita seringkali menyalahkan masalah, orang lain serta situasi yang terjadi karenanya, padahal sesungguhnya sikap kita lah yang salah dalam menanggapi setiap masalah yang terjadi tersebut. Betul, memang ada andil dari faktor eksternal, namun bukan berarti itu sebuah kesalahan mutlak. Bukankah kita juga pernah melakukan kesalahan, lantas mengapa kita begitu senang menyalahkan bukannya mencari jalan keluar atas apa yang terjadi. Padahal itulah yang tentunya di butuhkan segera untuk di selesaikan...

Ketika Tahu hancur, harusnya kita melihat mengapa tahu itu bisa hancur, dan seharusnya kita berusaha memahami minimal ingin tahu mengapa tahu itu bisa hancur. Begitu pun yang kulakukan saat tadi. Begitu kulihat tahu hancur timbul sebuah pertanyaan di benakku, bahan apa sih yang menyusun tahu itu. Lalu bagaimana proses pembuatan tahu sampai ia bisa seperti yang kita lihat sekarang hingga sebelum tahu itu hancur...

Dan inilah info yang kudapat..

Tahu adalah hasil olahan dari kacang kedelai,begitupun dengan tempe, kecap dan susu kedelai. Tahu yang dominan dengan kacang kedelai ini memiliki kandungan protein yang tinggi.

Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 - 43 %. Dibandingkan dengan beras, jagung,tepung singkong, kacang hijau, daging, ikan segar, dan telur ayam, kedelai mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi, hampir menyamai kadar protein susu skim kering.

Dan ini proses pembuatan Tahu :

CARA PEMBUATAN

1) Pilih kedelai yang bersih, kemudian dicuci;

2) Rendam dalam air bersih selama 8 jam (paling sedikit 3 liter air untuk 1 kgkedelai). Kedelai akan mengembang jika direndam;

3) Cuci berkali-kali kedelai yang telah direndam. Apabila kurang bersih makatahu yang dihasilkan akan cepat menjadi asam;

4) Tumbuk kedelai dan tambahkan air hangat sedikit demi sedikit hinggaberbentuk bubur;

5) Masak bubur tersebut, jangan sampai mengental pada suhu 700 ~ 800C(ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil);

6) Saring bubur kedelai dan endapkan airnya dengan menggunakan batu tahu(Kalsium Sulfat = CaSO4) sebanyak 1 gram atau 3 ml asam cuka untuk 1 litersari kedelai, sedikit demi sedikit sambil diadauk perlahan-lahan.

7) Cetak dan pres endapan tersebut.

5. DIAGRAM ALIR PEMBUATAN TAHU

(Sumber :http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/piwp/tahu.pdf)

Mari kita kembali ke diri yang sedang mengalami kegagalan tadi...

Seharusnya setiap diri yang gagal itu pun mampu mengurai setiap masalah yang terjadi hingga ia memahami potensi apakah yang sesungguhnya ia miliki. Orang yang putus asa adalah karena ia sudah tertutup dengan masalahnya itu dan enggan keluar dari kondisi itu. Jadi alangkah baiknya kita keluar dari kondisi itu dan melakukan pemetaan masalah, sehingga tanpa di sadari emosi yang tercurah tidak akan menghamburkan begitu banyak energi di tubuh kita.

Lihatlah contoh kasus tahu yang hancur itu...apa kita pernah mengetahui bahwa ternyata protein dari kedelai kadarnya sangat tinggi. Bayangkan dibanding dengan daging, ternyata kadar protein tahu yang notabene nya dari tahu ternyata lebih tinggi.

Sahabat...ada baiknya kita pun menghargai sebuah proses...bila tahu yang ternyata memiliki proses begitu panjang dan tidak mudah untuk menjadi sebuah tahu, sepertinya tidak pantas bila tahu yang hancur langsung kita buang bukan ?

Begitupun diri kita, bertahun-tahun kita hidup dengan mengalami jutaan peristiwa, bahkan persaingan menuju sukses sudah terjadi ketika manusia masih dalam bentuk sperma serta ovum, namun begitu kita merasa gagal lantas kita hancurkan diri dengan berputus asa.

Orang sukses adalah bukan orang yang tak pernah gagal, tapi ia selalu berhasil mengatasi kegagalannya dengan sikap terbaik !

Sahabat....mari hari ini kita belajar dari sebuah Tahu...agar kita menjadi lebih Tahu dan mendapatkan pengetahuan baru dalam mengatasi kegagalan...

Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi anda adalah makhluk paling sempurna yang telah diciptakan Tuhan ! Janganlah kita pungkiri hal itu...bersikaplah sempurna, yaitu dengan senantiasa tunduk kepada Sang Maha Sempurna...Allah Subhanahu Wa Ta'ala...

Wallahu a'lam...

JERIT MEMOHON UNTUK TUHAN

Ketika udara sedang sangat panas dan mentari bersinar terik seorang kuli panggul di sebuah gudang beras berjalan tergopoh dengan menanggung beban berat di punggungnya. Peluh menetes di sekujur tubuhnya di iringi dengan semerbak bau tubuhnya yang khas, ia menyeka peluhnya itu. Buah jakun di tenggorokannya turun naik menandakan dahaga sedang menyerangnya. Kemudian ia pun duduk di beberapa tumpuk karung beras yang beberapa waktu lalu di panggulnya. Ia seka keringat yang menetes di dahinya seraya berkata, "Ya Allah...panas banget ni hari...ujan dong..Ya Allah turunin ujan buat kita dong...saye kagak kuat lagi nih...tolong Ya Allah..tolong...."

Sementara di tempat lain dalam waktu yang bersamaan Hujan deras disertai angin dan halilintar sedang terjadi. Seeorang pengendara motor memarkir motornya di bawah fly over, ia berteduh setelah pakaiannya basah kuyup dengan hujan yang datang tiba-tiba. Ia sedikit memeras pakaiannya itu. Dan bergumam, "Ya Tuhan..perasaan tadi berangkat panas banget, kenapa sekarang jadi hujan begini deras ya...? Tuhan...pakaianku basah kuyup, tapi untuk pulang lagi waktunya ga mungkin ke kejar...Tuhan...tolong dong kasih panas kayak tadi...aku pingin datang on time nih ya Tuhan...bisa berabe kalo nggak...Plissss..."

Dan tak jauh dari sana hiduplah sepasang suami istri yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hujan deras kali ini benar-benar membuat mereka repot. Genting mereka bocor di sana-sini, lantai yang hanya plesteran semen itu pun jadi licin karena beberapa sudutnya mulai sedikit tergenang. Sang suami sibuk mencari wadah untuk air hujan yang bocor ke rumah reot mereka. Sementara sang istri terlihat sibuk menenangkan kelima anaknya yang masih berusia di bawah sepuluh tahun.

"Eh pade diem ngape sih lu ! kagak liat ape ni rumah bocor ! noh liat baba lo sibuk nampanin aer ujan...! Kapok dah gue nih punya anak ! Gara-gara lo nih sering-sering minta begituan ! Kerja kagak lo !" Sang Istri terlihat begitu senewen

"Heh..enak aja lo nyalahin gue ! Dasar lo aja yang kesuburan ! ibarat kate di senggol doang jadi ! Pan gue iseng...namanya juga pengangguran, ya daripade nganggur trus ngelamun jorok kan mending begituan, Halal !" balas Sang suami

"Ya Alloh...tolong jangan bikin subur rahim gue lagi dah...! capek jadi orang miskin yang banyak anak begini...!"

Dalam jeda waktu yang tak beberapa lama di gudang beras, si Kuli panggul telah melanjutkan pekerjaannya. Ia kembali mengangkut beras dari truk ke gudang. Ia melewati tuannya yang sedang menelepon istrinya.

"Sayang...sudahlah...kita baru menikah lima tahun...jangan terlalu di pikirin..." Ujar si Tuan menenangkan istrinya di ujung sana yang terdengar menangis.

"Nggak di pikirin gimana sih yang ! Adik-adikku sudah pada hamil ! Kamu tau kan tuntutan orang tua kita ? "

"Ya, habis mau giman lagi..? Segala cara udah kita lakuin kan ? Tes terakhir kita berdua dinyatakan sehat malah...apa lagi yang harus kita lakuin hah ? duit kita aja udah abis puluhan juta !"

Dan setelah itu terjadi perdebatan sengit diantara mereka dengan diakhiri terputusnya telepon karena masalah sinyal.

"Halo..halo..yank...Hufff..." Si Tuan menghela nafas

Pikirannya terasa lelah, dan jiwanya pun terasa kian lelah oleh permasalahan itu. Dan ia pun berkata, "Tuhaaaan...dimana keadilan Mu ? Ada sementara orang yang kumpul kebo kau beri anak, tapi kami pasangan resmi yang berada di bawah naungan Mu tak kau beri anak hingga usia pernikahan kami yang ke lima ! Tuhaaaannn....berilah kami anak...satuuuu ajaaa..."

Waktu pun terus bergulir tanpa kita tahu apa yang terjadi di balik rahasia setiap tempat dan kejadian yang berlangsung terus...

Dan ternyata, banyak dari kita yang masih kurang mensyukuri atas ni'mat dan kehendak Allah SWT...Naudzubillahi min dzalik...semoga itu bukan kita...dan bila terjadi mari segera syukuri terhadap apapun yang telah DIA berikan kepada kita....

Senin, 04 Mei 2009

WAHAI ORANG YANG BERSELIMUT !

Sahabat...terkadang kita tidak sadar sedang menutupi diri dengan selimut yang begitu tebal. Sehingga kita terkukung, dan menjadi pribadi yang tidak comfortable. Ketidaknyamanan itu pertama kali tentunya akan menyerang diri sendiri, karena masing-masing pribadilah yang menjalani itu semua.
Dari adanya ketidaknyamanan pribadi tersebut barulah kemudian akan menjangkiti orang disekitar kita. Terjangkit bukan berarti mereka akan melakukan hal yang sama dengan kita, namun orang akan melihat adanya perubahan dalam diri kita. Orang akan merasakan kita sebagai pribadi yang tertutup, atau sebagai pribadi yang tidak menarik. Pada akhirnya kita akan semakin merasa terkucil dikarenakan ke engganan orang untuk berinteraksi dengan kita.
Bentuk selimut diri itu bermacam-macam ada yang berupa egoisme, keangkuhan, keterpurukkan nasib, kemalasan, ketakutan, nafsu syahwat, dan lain sebagainya.
Selimut-selimut diri semacam inilah yang harus kita lipat dan buang jauh-jauh. Pada hakikatnya selimut adalah sebuah benda yang berguna untuk menutupi diri, tapi kondisi itu biasanya hanya bersifat temporer. Begitupun kita dalam menghadapi selimut diri semacam itu, mungkin memang hal-hal seperti itu akan menimpa kita. Namun yang menjadi tidak baik adalah manakala hal ini dipertahankan untuk menjadi permanen.
Jadi, kenalilah selimut-selimut diri yang dapat mengukung kebebasan kita selaku hamba Allah. Dan manakala kita merasa sudah terselimuti, maka bebaskan segera diri kita agar jangan sampai selimut itu menyelimuti terlalu lama.
Kemudian bangkit dan beri peringatan, terutama kepada diri sendiri dan untuk orang lain. Peringatan untuk diri sendiri bisa berupa kewaspadaan dan pengenalan terhadap aneka selimut diri yang pernah menyelimuti dan kemudian diteruskan dengan sebuah langkah untuk mengantisipasi manakala akan terjadi lagi "penyelimutan diri". Peringatan untuk orang lain adalah sebuah bentuk sosialisasi kita tentang aneka selimut diri tadi, dan menyampaikan langkah kongkrit agar orang tidak menjadi individu yang gemar berselimut.
Dan besarkanlah Allah SWT selalu ! tanpa kita libatkan kehadiran DIA, maka kesemuanya hanyalah sebuah perbuatan yang sia-sia saja. Karena potensi dan kecenderungan setiap manusia adalah senantiasa condong ke arah kesesatan. Jadi hadirkan DIA di dalam setiap hembusan nafas dan derap langkah kita selanjutnya hingga pada akhirnya kita menjadi pribadi-pribadi paripurna yang tanggap, tanggon dan trengginas........

Sabtu, 18 April 2009

BERGANTUNGLAH KEPADA ALLAH (2)

Menyambung tulisan singkat sebelum ini, saya kembali coba mengurai sebuah pembahasan tentang keharusan kita bergantung kepada Allah SWT. Mengapa kita harus bergantung sepenuh hati kepada-Nya, dan bagaimana caranya.
Hal demikian terjadi dan sangat ingin saya kemukakan adalah karena ini terjadi di dalam kehidupan pribadi saya. Tepatnya ketika mengelola bisnis warung makan yang saya dirikan bersama istri yang dibantu oleh kedua orang tua kami beserta saudara-saudara dari pihak istri.
Sebuah fenomena yang sebelumnya sudah saya dengar, namun kini benar-benar saya rasakan secara langsung.
Sebelum ini saya pernah dengar bahwa kalau mau berdagang,khususnya warung makanan (nasi) harus punya "penglaris" atau "pemakai". Tanpa itu katanya kita tidak akan pernah bisa maju. Rupanya, saya "terpaksa" harus mengiyakan hal tersebut. Mengapa? semua hal yang pernah saya dengar ternyata benar-benar terjadi ! Tiga hari setelah saya buka, saya mencapai pendapatan yang tertinggi, dan besoknya selama tiga hari nasi kami basi tanpa sebab yang jelas. Padahal kualitas beras yang kami gunakan adalah kualitas yang baik, artinya beras asli yang bukan oplosan ! Dan setelahnya berturut-turut ada lalat dan serangan kecoa yang jumlahnya bs ratusan. Dan setelah itu warung kami sepi pengunjung. Ada orang yang berkomentar bahwa warung kami terasa gelap dan tidak nyaman. Semua orang jalan seolah-olah tidak melihat keberadaan warung kami.
Satu persatu personil kondisinya melemah, dimulai dari saya yang demam selama beberapa hari dan seterusnya. Mulai dari situlah kebimbangan merasuki diri saya. Beberapa orang menyarankan agar saya meng-counter mereka dengan menggunakan "penglaris" juga. Alhamdulillah, Allah memberikan hidayah-Nya. Saya meningkatkan ibadah shalat malam, dan disitu saya mendapatkan sesuatu. Ya..saya diberikan sebuah keyakinan bahwa semua itu adalah "bullshit" omong kosong !
Dari sana saya melihat bahwa kalau kita mau menggantungkan nasib, dan percaya sepenuh hati kepada kekuasaan Allah, maka dunia pun akan mengikuti kita. pahamilah sepenuh hati surat Al Ikhlash. Disitulah kunci buat kita meuwudkan impian di dunia tanpa harus berbuat syirik...wallahu 'alam...

Senin, 02 Maret 2009

BERGANTUNGLAH KEPADA ALLAH

Semalam saya berbincang dengan seorang teman yang intinya adalah menyatakan bahwa ternyata kini masyarakat kita tengah dilanda "penyakit" Wahn...apakah penyakit Wahn itu..?
Dalam sebuah riwayat Rasullullah bersabda bahwa kelak umatku akan diperebutkan seperti sebuah makanan yang disajikan namun disekitarnya dikelilingi oleh anjing. Kemudian salah seorang sahabat bertanya,"mengapa hal demikian sampai terjadi ya Rasul? apakah karena jumlah kita yang sedikit?" Kemudian Rasulullah menjawab,"tidak. Justru ketika itu umat islam bertambah banyak." Dan sahabat pun bertanya kembali,"lalu apa yang terjadi dengan mereka ?" Rasul menjawab, "mereka semua terkena penyakit wahn.." Dan sahabat kembali bertanya,"apakah yang dimaksud penyakit wahn itu ya rasulullah?" Rasul menjawab,"wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati..."
Shodaqurrasul yaa karim...Rasulullah telah berkata benar dan tepat. Lihatlah kondisi umat islam sekarang. Kita memang mungkin berada di tengah,sebagai center of interest. Tapi lihat pulalah betapa banyak orang yang mengelilingi ingin menghancurkan islam..!
Dan sebenarnya yang paling berbahaya sebenarnya bukanlah musuh yang datang dari luar islam, melainkan adalah musuh yang ada didalam tubuh umat islam sendirilah yang harus kita waspadai.
Agar kita tidak dihancurkan sebenarnya ada satu jalan. Apakah itu ?
Iqra yaa ayuhal muslimun...bacalah wahai orang-orang islam...bacalah Al Qur'an mu, bacalah kondisi alam dan jaman ini.
Dan mungkin kita akan menjawab seperti yang dahulu Muhammad alami, yaitu..maa ana bi Qari..saya tidak dapat membaca. Apa yang harus kita baca...?
Maka kini kita ikuti sunnah Rasul tersebut...(jangan cuma sunnah Rasul yang tiap malam jumat saja yang kita jalani).
Sebagai bahan bacaan untuk kita semua adalah bahwa selain penyakit wahn tadi ternyata umat sekarang sudah sedemikian bobroknya. Mereka lebih percaya kepada selain Allah. Kini telah terjadi "penyembahan-penyembahan" kepada selain Allah....
to be continued..

Senin, 12 Januari 2009

"TUNJUKKAN DIMANA LETAK PASAR..!"

Era krisis global melanda dunia...kondisi pasar dunia bergejolak. Dan kini bangsa kita terkena imbas dari itu semua, pabrik-pabrik dan kantor-kantor mulai mengefesiensikan diri mengambil ancang-ancang untung melakukan pengurangan pegawai.
Mengerikan ! jutaan orang di prediksi bakal menjadi pengangguran dimana hal tersebut akan menimbulkan kemiskinan baru. Negara kita yang sedang menata ini, seakan bersiap untuk menghadapi keterpurukkan yang teramat buruk. Lantas apa sikap kita menghadapi semua itu ?
Saya jadi teringat kisah shiroh Nabawiyah, atau kisah perjalananan Nabi Muhammad SAW.....
Ketika itu Nabi dan para pengikutnya baru saja eksodus/hijrah ke kota yastrib atau yang kemudian kita kenal sebagai kota Madinah Al Munawaroh. Tahun itu adalah tahun yang pahit untuk kaum muslimin, mereka dalam kondisi yang teramat sulit. Para sahabat yang loyal kepada nabi dengan gagah perkasa begitu berani mengeluarkan sebagian bahkan seluruh hartanya sebagai dana perjuangan. Nabi dan para sahabat serta kaum muslimin mendapat tekanan demi tekanan yang tiada terkirakan, bahkan sempat mengalami embargo ekonomi yang dilakukan oleh kaum kaum musyrikin Mekkah.
Para sahabat Khulafaur Rasyidin telah menyumbangkan harta mereka dengan ke ikhlasan dan kemudian di ikuti oleh salah seorang sahabat yang tergolong konglomerat seperti Abdurrahman bin 'Auf. Dengan gagah perkasa ia menyumbangkan seluruh hartanya kepada perjuangan islam. Dan ketika itu Nabi serta para sahabat lainnya terkesima, dan nabi bertanya, "sisakan hartamu untuk dirimu dan keluargamu." Dan kemudian dengan gagah ia hanya menjawab, " Ya Rasulullah, tunjukkanlah padaku dimanakah arah pasar..."
Dan setelah beberapa waktu, Abdurrahman bin 'auf menunjukkan kepada Nabi dan kaum muslimin, ia berhasil kembali mengumpulkan harta dengan cara berdagang...subhanallah...
Lihatlah mental para sahabat radhiallahu anhum mereka tidak sedikitpun merasa berduka telah kehilangan harta benda yang bisa dibilang tidak sedikit. Dengan kelapangan jiwa, keberanian dan tentunya kreatif serta inovatif mereka kembali dapat menjadi orang kaya harta.
Dan kita...?
Kenapa kita harus terpuruk dan merasa begitu miskin hanya karena kita di PHK? Mengapa begitu kecil nyali ini untuk memulai sebuah usaha hanya karena takut tidak laku, atau bahkan takut bangkrut? Bagaimana bila kita berada di dalam kondisi seperti saat itu yang jelas-jelas dalam kondisi di embargo, dan datang ke sebuah kota yang sama sekali tidak mereka kenali medannya.
Belajarlah dari Abdurrahman bin Auf yang dengan gagahnya berkata minta ditunjukkan pasar, padahal kala itu ia tidak memiliki modal harta sedikitpun. Apa yang membuat beliau begitu tegar ? satu jawabannya....inna lilahi wa inna ilaihi raji'un...sesungguhnya yang datang dari Allah maka Allah lah tempat kembalinya..
Maksudnya, janganlah kita bermental miskin, karena pada hakikatnya memang kita tidak memiliki apapun...itulah ikhlas.
Namun ikhlas saja tidak cukup, karena the show must go on, untuk itulah perlu disertakan dengan tawakal..faa idza azamta faa tawakal 'ala allahu...bulatkan tekad dan berserahlah kepada Allah SWT....
Kebulatan tekad di dasari oleh keteguhan dan keyakinan bahwa Allah Maha Kaya dan Maha berkehendak..(jadi untuk apa kita ragu...?), jalani semua itu dan pasrah ke hadirat ilahi rabbi..Insya allah keberkahan menyertai kita...
Jadi selaku orang beriman, kita tidak boleh takut dengan banyaknya kompetitor di bidang bisnis, justru dengan itu kita harus yakin dan kreatif. Ingatlah bahwa rejeki seseorang itu tidak akan tertukar, Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa....
Dan kini semua tergantung anda, sanggupkah anda berkata, "dimanakah pasar.." dan berani berjibaku di dalamnya tanpa keputus asaan dengan menyerahkan segala hasil hanya kepada Allah Azza Wa Jalla....
Wallahu 'alam bi showab...

Minggu, 04 Januari 2009

THE NEW SPRITUALITY

Baru saja saya melihat sebuah tayangan yang menyatakan bahwa kini banyak bermunculan aliran-aliran spritualitas yang baru. Fenomena apakah ini ? Apakah kehadiran agama-agama yang di akui dunia atau bahkan negara kita sudah kurang daya tariknya ?Mungkin jika kita amati sepintas jawabannya adalah iya ! Tapi benarkah?Di tengah kondisi dunia yang semakin semrawut, himpitan ekonomi, riuh rendah kampanye politik, hingga meletusnya neo kolonialisme yang diserukan oleh Amerika dan Israel yang notabene adalah zionis, benar-benar sebuah kondisi yang memuakkan dan cukup membuat stres....Dan sebagai seorang muslim saya memandang hal ini dengan sangat miris. Tragis dan merupakan sebuah ironi, bahwa kini umat manusia sudah kehilangan identitas kemanusiaannya yang terbungkus di dalam nilai-nilai keagamaan.Padahal kita, selaku muslim telah diyakinkan oleh Allah SWT dan Rasulnya Muhammad SAW bahwa islamlah yang paling pantas untuk menjadi solusi agama serta keyakinan yang ada di dunia ini, islamlah sebuah realitas yang paripurna (baca QS Al Maidah (5) : 3).Sebuah arogansi atau kesombongankah manakala kita berujar demikian ? tidak wahai saudaraku..manakala kita masih memandang islam sebagai sesuatu yang belum sempurna itu adalah sebuah kesalahan berpikir yang sangat fatal ! Al Qur'an terdiri dari 6236 ayat dimana masing-masing ayat mempunyai argumentasi yang tiada terbantahkan, bagaimana mungkin aturan seindah itu belum final? Marilah kita gunakan nurani, dan pandang dengan keikhlasan...insya Allah kita akan mengerti dan memahami bahwa semua aliran itu adalah sebuah bentuk kebodohan umat manusia. Sebuah neo jahiliyah...Namun dengan adanya sunatullah tersebut bukan berarti kita butuh seorang juru selamat kembali...kita cukup mempelajari dan memperdalam serta menggali isi kandungan Al Qur'an, maka semua jawaban realitas dunia akan kita temui...Sebagaimana Sayidina Abu Bakar As Sidiq yang pernah berujar ketika beliau dilantik sebagai khalifah pertama, bahwa "seandainya tali kekang untaku lepas niscaya akan aku temukan jawabannya di Al Qur'an" yang berarti Islam adalah dan Al Qur'an adalah sebuah rujukan shahih yang sudah final....Lantas mengapa kita masih mencari jawaban ? Bukankah jawaban setiap masalah manusia telah ada?Saudaraku...mari kini kita bersemboyan : Al islam ya'lu wa laa yu'la alaih...Islam itu tinggi dan tidak ada lagi yang lebih tinggi daripadanya....Wallahu 'alam bi shawab

Selasa, 16 Desember 2008

JANGAN JADI KECOA !

Pernah liat kecoa ? apa menariknya hewan yang satu ini ?

Kecoa adalah insekta dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3.500 spesies dalam 6 familia. Kecoa terdapat hampir di seluruh belahan bumi, kecuali di wilayah kutub.
Di antara spesies yang paling terkenal adalah kecoa Amerika, Periplaneta americana, yang memiliki panjang 3 cm, kecoa Jerman, Blattella germanica, dengan panjang ±1½ cm, dan kecoa Asia, Blattella asahinai, dengan panjang juga sekitar 1½ cm. Kecoa sering dianggap sebagai hama dalam bangunan, walaupun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoa yang termasuk dalam kategori ini.
Nah itu sekelumit info tentang kecoa...
Namun bukan itu yang hendak kita bahas disini. Pagi tadi, ketika sedang buang hajat, ada seekor kecoa yang tanpa sengaja tersenggol oleh pintu kamar mandi. Ketika saya membuka pintu kecoa itu rupanya hendak keluar, tapi apes...ia terkena ujung pintu. Dan anda tahu apa yang terjadi? kecoa itu terbalik, seperti posisi terlentang pada manusia.
Awalnya saya tidak begitu tertarik, karena konsen saya sedang ke perut. Namun, tiba-tiba saya jadi tertarik memperhatikan kecoa itu. Ia menggoyangkan kaki-kakinya sekuat tenaga, saya masih belum "ngeh" apa yang sedang dilakukan hewan satu ini. Terus saya perhatikan dengan seksama...satu menit...dua menit..gerakan kakinya kian cepat..tapi tetap saja ia tidak dapat kembali ke posisi semula.
Di menit-menit selanjutnya, si kecoa sudah mulai frustasi ia mengeluarkan seluruh daya upaya...tapi tetap saja tidak bisa...kasihan...ia mungkin berharap ada pertolongan...entah dari semut atau mungkin ia dapat menggapai tembok sebagai pijakan untuk mengembalikan posisi tubuhnya..tapi sayang semut tak datang tembok pun jauh tak terjangkau...
Hmm...untung kita manusia yang punya tulang punggung bukan seekor kecoa. Anda tahu..bila si kecoa terus seperti itu maka ia akan mati kelelahan...
Apa hikmahnya...?
Rupanya itu adalah jawaban dari buku-buku yang pernah saya baca...the law of attraction karya michael j losier...the law of succsess karya Napoleon Hill...dan juga hasil perenungan saya dalam tulisan sebelum ini...
Manusia harus mampu bangkit dari keterpurukkan hidupnya..karena pada hakikatnya memang kita mampu. Sekelumit pesan yang saya tangkap dari buku the law of attraction adalah bahwa segala sesuatu yang kita fikirkan dengan segenap perhatian/konsentrasi penuh, ataupun dengan energi yang tercurah juga dengan konsen penuh baik itu positif atau negatif maka semuanya akan berbalik kepada diri kita...you are what you think you are.
Hal itu pula yang dinamakan "power" dan "master mind" dalam teori law of succsess-nya Napoleon Hill...
Dan yang lebih mengagumkan lagi teori tersebut sudah disampaikan oleh Muhammad SAW berdasarkan wahyu Allah QS Ar Ra'd (13) : 11...
So, tinggal pilih saudaraku...kita diam kehabisan tenaga dan mati atau bergerak kehabisan tenaga dengan meraih kesuksesan...? It's your choice...!

Sabtu, 13 Desember 2008

SEMUANYA TERGANTUNG DIRI KITA !

Banyak orang putus asa dan menyerah pada keadaan. Seringkali mereka menyalahkan kondisi, meratapi yang telah hilang, menangisi sesuatu yang mungkin tak akan kembali. Mereka memanjangkan angan-angannya, andaikata begini tentunya tidak begitu, andaikata begitu tentunya tidak begini...dan seterusnya yang intinya adalah sebuah bentuk penyerahan salah kaprah.....
Melihat masalah seolah setinggi gunung, namun mereka lupa bahwa gunung itu dapat didaki. Merasakan masalah bagaikan beban berat beribu-ribu kilogram, mereka lupa bahwa seberat apapun beban sesungguhnya dapat terangkat asal kita berpikir...
Saya tertarik ketika menyimak salah satu event dari sebuah fun outbond games dua hari lalu di hotel jayakarta anyer yang di selenggarakan secara apik oleh tim games dari senopati buana sakti...
Ketika itu sedang di sampaikan games energizer hypnosist dan brain power. Di dalam energizer hypnosist kita di ajak untuk menyamakan brain resonan atau getaran otak..yah otak kita adalah merupakan sebuah transmisi yang canggih. Kita sering melupakan hal itu...
Dan di games brain power kita diajak untuk meyakini kekuatan otak...membangkitkan alam bawah sadar kita....
Kesimpulan yang saya dapat bahwa manusia itu luar biasa! sebenarnya kita tidak memerlukan handphone manakala kita mampu mengoptimalisasi kemampuan otak kita. Kita sangat bisa mempengaruhi orang lain, manakala kita yakin dan sudah dalam kondisi "nol".
Dan kemampuan alam bawah sadar kita pun sesungguhnya adalah luar biasa. Kita dapat melakukan apapun selama kita mau dan meyakininya...you are what you think you are...
Mau bukti? ya silahkan saja anda buktikan sendiri...
Innalloha laa yughoiru maa bi qaumin hatta yughoiru maa bi anfusihim...Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu mau merubah keadaannya sendiri....

Senin, 01 Desember 2008

MANAJEMEN KONFLIK ALA TUKANG BUBUR

Pernah dengar peribahasa nasi sudah menjadi bubur ? sebuah peribahasa yang sudah sedemikian populernya, sebuah peribahasa yang menggambarkan sebuah peristiwa atau kejadian yang sudah terlanjur...

Lalu apa istimewanya ? ketika kita ingin menyantap nasi disertai lauk pauk yang lezat, ternyata nasi yang kita masak terlalu banyak air, sehingga menjadi bubur. Bagi para penggemar nasi hal tersebut sangatlah mengecewakan tentunya.

Begitupun manakala kita mengalami sebuah kejadian, misalnya kita gagal mengantisipasi rencana kita, maka kekecewaan pun akan muncul. Dan biasanya keluarlah peribahasa yang "menghibur" tadi. "Yakh...apa lagi yang harus kita lakukan..nasi sudah jadi bubur..." ucap orang yang gagal dengan sedih.

Sehina itukah bubur? atau sebegitu hebatnyakah nasi? sehingga ketika nasi berubah bentuk seolah segalanya telah hancur...seolah semua harapan telah sirna..pupus bersama angin yang berhembus...?

No..no..no..tidak wahai saudaraku...!

Bubur dan nasi adalah dua hal yang berbeda..! kita tentu baru tersadar setelah kita mendengar istilah bubur ayam spesial..ya bubur ayam..
Saya rasa kita semua pernah menyantap makanan yang satu ini. Apakah makanan ini makanan basi yang tidak dapat disantap lagi ? ternyata tidak bukan ?

Entah siapa yang pertama kali melakukan inovasi super kreatif tersebut, yang pasti ia tukang bubur ayam. Dan kita berandai-andai bahwa terciptanya makanan luar biasa itu adalah karena sebuah "kecelakaan". mungkin...awalnya ia tukang nasi goreng..who knows ? lalu ketika ia menanak nasi tiba-tiba nasinya terlalu lembek. Apabila nasi terlalu lembek maka sangat tidak nikmatlah bila kita santap sebagai nasi goreng, dimana-mana nasi goreng yang enak boleh dibilang "pera". Nah, lalu akhirnya sang tukang bubur berpikir keras, selain tidak enak, manakala dipaksa maka nasi akan menempel di penggorengan.

"Eureka..!" (lho ini tukang bubur apa archimedes ya, hehe)...tiba-tiba si tukang bubur teriak dan tersenyum gembira, ia tidak meratapi nasi sebakulnya yang kelembekkan..karena biasa ia menjual dengan dua bakul, maka ia berspekulasi..

"Yo wis...mbokne...saiki kowe joki banyu wae segone..sego sing iki tak dadekne bubur...." (ya sudah istriku..sekarang kamu tambahkan air saja nasinya..nasi yang ini saya jadikan bubur)

Dan akhirnya hari itu tambahlah menu di warungnya. Nasi yang sudah jadi bubur itu ia tambahkan ayam, bawang goreng, seledri, kacang, cakwe, dan kecap asin. Hasilnya luar biasa...nikmat..dan pembeli tidak pernah tahu bahwa itu adalah hasil dari sebuah "kecelakaan kerja"

Hikmah apa yang bisa kita ambil ?

Manakala kita gagal..kegagalan itu bukanlah sebuah kebinasaan...tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Kegagalan dapat menjadi berkah manakala kita tidak menjadi lemah dan putus asa. Namun kegagalan pun dapat menjadi musibah manakala kita salah dalam menyikapi kegagalan tersebut. Kegagalan yang hakiki adalah manakala kita jatuh dan terpuruk tanpa pernah ada motivasi untuk bangkit lagi.

Seperti tukang bubur..manakala kita menghadapi masalah atau bahkan kegagalan jangan kita lari darinya..datang hadapi dan selesaikan ! bolehlah nasi sudah menjadi bubur, namun bukan berarti bubur tak dapat dinikmati dengan nikmat. Segera ambilah,ayam,seledri,bawang, kecap dll, jadikan bubur "sial" tadi menjadi bubur spesial.

Manakala masalah sudah datang menerpa sedemikian pahitnya...belajarlah menerima dengan lapang dada dan bertakwa serta bertawakal kepada Allah...nikmatilah kegagalan itu dengan merasakan tiap detilnya dengan cara evaluasi, kemudian susun langkah lagi dan jangan ada sedikitpun trauma.

Seperti Group Band Dewa 19 pernah berkata dalam lirik lagunya....hadapi dengan senyuman semua yang terjadi biar terjadi....

jangan takut karena takut hanya akan membuat anda tidak berani !

wallahu 'alam

Pancoran, hari ini....

Minggu, 23 November 2008

RAHASIA KAYA MODAL OTAK

Amerika “bangkrut”, dunia ekonomi global goncang. Krisis ekonomi global melanda dunia, dan kini bangsa kita pun terkena imbasnya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah dikisaran Rp 11.000 – Rp 12.000.

Kiamatkah ? TIDAK ! Kita mungkin akan mengalami krisis keuangan tapi jangan sampai hal itu melemahkan iman dan otak kita. Percuma dong, katanya kita baru memperingati Kebangkitan Nasional dan juga banyak partai politik yang mengusung jargon Indonesia bangkit !

Apabila saat ini kita bangkrut dan jatuh miskin, kehilangan segala-galanya, saat yang tepat kiranya kita berpikir kreatif dan mengemukakan inovasi-inovasi baru di bidang bisnis. Sebenarnya orang kaya itu adalah orang yang senantiasa merasa kaya, mempunyai kelapangan jiwa dan keluasan berpikir.

Secara perhitungan ilmiah kita bangkrut total, dan sulit bagi kita untuk menapaki kembali bisnis, bahkan untuk hidup pun terasa berat, ibarat peribahasa hidup segan mati tak mau. Stres menimbulkan depresi, dan depresi menimbulkan traumatis, sehingga rasa trauma pun menjelma menjadi fobia. Lepaslah jiwa dari raga kita, tiada kesatuan rasa dan karsa lagi di dalam diri. Hancur luluh lantak, remuk redam, dan hanya menimbulkan gundah gulana dari hari kehari. Pesimistis menjadi pandangan hidup, rendah diri menjelma menjadi karakteristik, dan paranoid menghantui detik demi detik....

Itulah dia jiwa orang miskin...yang akhirnya akan menciptakan virus kemiskinan, menyerang dan menjangkiti sekitar, menjadi bahaya laten...

Mari fungsikan kedua otak kita !

Itu semua muncul dari kinerja kelenjar hipotalamus di otak kita...sensitif, mendahulukan nafsu,merasa ini dan merasa itu. Itulah hasil kerja keras otak kanan kita. Lantas bagaimana menetralisir hal itu ?

Gunakan otak kiri kita...kerahkan sikap rasional, realistis, dan buatlah sebuah perencanaan secepat mungkin ! Meratapi kegagalan sama artinya membunuh kesuksesan di hari depan kita. Padahal menurut Motivator Andrie Wongso, sucsess is my right. Ya, sukses adalah hak setiap manusia yang terlahir di muka bumi !

Lupakah kita, bahwa semua manusia yang terlahir di dunia ini adalah orang-orang sukses ?! Kita lahir ke dunia ini bukan kebetulan. Disaat kita masih berbentuk sel, yang dikenal dengan sel spermatozoa, kita telah berhasil mengalahkan puluhan juta pesaing kita demi membuahi sebuah sel telur. Kebetulan kah ? Tentu tidak…

Itulah hakikat sebuah perjuangan…bahkan kita sudah menjadi orang sukses disaat kita belum menjadi seorang manusia. Lalu mengapa harus terpuruk oleh kegagalan? Yakin, komitmen, dan disiplin adalah pintu gerbang kesuksesan kita !

Menurut Pengusaha muda Sahmullah Rivqi, yang terkenal dengan workshop gratis bertema rahasia kaya modal otak, ada delapan alasan yang menyebabkan kegagalan seseorang dalam berbisnis, yaitu :

  1. Rasa takut
  2. Modal
  3. Tidak tahu
  4. Malu / gengsi
  5. Trauma
  6. Mapan
  7. Tidak bakat
  8. Waktu

Silahkan pilih…adakah anda diantara kedelapan kriteria tersebut ?

Lantas bagaimana kita mengatasi hal tersebut ? ada dua cara, yaitu :

1 Berhubungan dengan Allah atau dalam bahasa agamanya Habluminallah

2. Berhubungan dengan manusia atau dalam bahasa agamanya Habluminannas

Kebanyakan orang mengidentikan modal itu adalah dengan masalah finansial.Padahal itu kesalahan paradigma yang fatal ! Saya pribadi sudah membuktikan (meski belum jadi seorang milyuner...). Selama tujuh tahun, enam tahun dengan SABURO (sanggar yang saya cintai berikut semua anggotanya) bahwa modal utama dalam berbisnis bukanlah uang atau materi-materi lainnya.

Saat itu yang ada di hati dan otak saya hanya kepasrahan penuh kehadirat Allah, saya tidak pernah berharap lebih. Hanya rasa syukur yang dari hari kehari terus saya tingkatkan. Dan anda perlu tahu, selama itu pula ribuan kegagalan menerpa, bahkan terkadang hingga kini. Namun saya merasakan semua itu bukanlah sebagai sebuah kegagalan, melainkan sebagai proses pembelajaran menuju kesuksesan.

Dari hari ke hari disertai rasa syukur yang kian tebal, saya putar otak terus menerus. Saya kerahkan seluruh kemampuan akal pikiran saya, bukan untuk menjadi orang kaya, tapi hanya sekedar agar mengarah ke arah yang lebih baik dari hari kemarin.

Hingga saya mengenal orang-orang hebat yang ternyata ada disekitar kita. Dan terus hingga kini jalinan pertemanan kian menguat, dan disaat yang sama pula perkembangan bisnis mengarah dengan signifikan ! Subhanallah..Maha suci Allah....

Kini, sedikitpun dalam sanubari saya tiada terbersit kata takut dalam menghadapi kerasnya persaingan bisnis. Karena rejeki kita sudah diatur dan tak akan tertukar satu sama lainnya. Kalau pun saya harus bangkrut, memang pada prinsipnya saya ini tidak punya apa-apa. Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak memiliki apapun di dunia ini, bahkan diri saya sendiri. Karena Allah –lah pemilik semua itu ! Jadi mengapa kita harus takut miskin, takut gagal, takut tidak populer, dan sejuta ketakutan-ketakutan lainnya...prinsip saya Laa Hawla wa laa quwwata illa billahi...Tiada daya dan upaya melainkan semua karena kekuatan dari-Nya....Allahu Akbar !

Dari sana bisa kita simpulkan, bahwa ternyata modal utama bisnis itu ada empat, yaitu Allah, akal, teman, dan keberanian.....

Jadi rahasia dari bisnis modal otak adalah keyakinan terhadap Tuhan, Allah SWT yang akan menciptakan kredibelitas, pemaksimalan fungsi otak yang akan menumbuhkan kreatifitas dan inovasi, dan yang terakhir keberanian menciptakan momentum dengan terus membina networking.................

Wallahu ’alam...

Pancoran, Jumat, 21 Nopember 2008

PELAKSANAAN RAHASIA KAYA MODAL OTAK

Setelah anda membaca artikel Rahasia Kaya Modal Otak apa yang terbesit pertama kali dalam otak anda ?

Ketika pertama kali mendengar konsep tersebut dari mentor saya, akhi Sahmullah Rivqi, saya merasa itu adalah sesuatu hal yang mengada-ada (meskipun setiap step yang saya jalankan sebelum mengenalnya adalah seperti yang dia sampaikan kepada saya ! dan saya bersama partner di SABURO telah menjalankannya). Mengapa saya mengatakan hal tersebut ? pasti sebagian dari anda juga sepakat dengan anggapan saya.

Ya, bagaimana mungkin kita bisa kaya hanya dengan mengandalkan otak saja. Bukankah di jaman seperti ini, bahkan sebentar lagi mungkin kita memasuki era resesi global, dapat memulai sebuah bisnis tanpa memiliki modal financial yang cukup. Mimpi dan sangat utopis sekali rasanya bila hal itu dapat terwujud !

Namun ada sebuah resep jitu yang diberikan oleh akhi Rivqi kepada saya, sebuah resep yang sederhana namun kita semua sering melupakan atau bahkan meninggalkan hal tersebut. Beliau berkata : “Apa yang menyebabkan anda bisa menjadi orang kaya ?”

Semua audiens peserta workshop menjawab dengan beraneka pendapat. Ada yang menjawab,”karena kerja keras”, “karena punya modal”, “karena banyak uang”, dll.

Intinya pendapat kami saat itu disalahkan oleh beliau. Dan apa kata beliau kepada kami ?

”Pantas anda hari ini belum jadi orang kaya !” jawabnya dengan senyum terhias di wajah. “Hanya satu hal yang dapat membuat anda jadi orang kaya...” lanjutnya membuat kami penasaran. ”ALLAH !” dan kami pun terpana seketika.

Ya, satu kata yang sering kita sebut, yang sering kita yakini keberadaan-Nya, namun ternyata sering pula kita tinggalkan jauh-jauh..Naudzubillahi min dzalik.....

Sekeras apapun kita bekerja, sehebat apapun kita kumpulkan uang dan modal, semua itu tak akan terwujud tanpa kehendak-Nya ! Kita sering terjebak dengan anggapan bahwa kita gagal karena sifat-sifat keduniawian semata, seperti delapan hal yang pernah saya kemukakan di artikel sebelumnya. Ternyata selama ini kita bersikap seperti seorang atheis, anti tuhan !

Bila kita simpulkan yang menyebabkan kegagalan itu bukanlah karena kita memiliki rasa takut, tidak memiliki modal, tidak tahu ilmunya, malu atau gengsi, trauma karena pernah mengalami kegagalan, sudah merasa mapan, tidak berbakat, atau karena tidak memiliki waktu. Kita gagal dalam bisnis adalah karena kita lalai dalam mengingat Allah azza wa jalla. Karena ternyata Allah-lah yang menyebabkan kita kaya ! semua faktor yang disebutkan tadi hanyalah sebuah akibat saja ! Silahkan anda renungkan dengan hati yang tenang, benarkah itu semua........?

Dalam artikel sebelumnya, saya menutup tulisan dengan mengemukakan rahasia kaya bisnis bermodalkan otak, yaitu :

  1. Yakin terhadap Allah
  2. Pemaksimalan fungsi otak
  3. Keberanian

Dan kini ijinkan saya, al faqir ilallah untuk memberikan solusi bagaimana melaksanakan resep rahasia tersebut.

1 Yakin Terhadap Allah

Yakin atau iman menurut islam adalah tashdiqu bil qalbi, qaulu bil lisan, dan ’amalu bil arkan atau dibenarkan oleh hati, diucapkan lewat kata-kata, dan di laksanakan dengan tertib. Manakala kita meyakini kebesaran Allah, konsekuensinya adalah hati kita pun harus selaras, sehingga akan terlihat dalam perbuatan kita sehari-hari.

Keyakinan bukanlah sebatas retorika semata. Dan jangan pula kita mengotakkan sebuah keyakinan hanya sebatas renungan di hati. Itu semua harus di wujudkan, harus direalisasikan !

Andaikata saat ini kita mengalami kebangkrutan, atau seolah-olah kita miskin ”permanen” sikap pertama yang harus kita tanamkan di hati adalah Allah itu Maha Kaya, Allah itu Maha berkehendak, Allah Maha pengabul doa. Mintalah kepada-Nya dengan ketulusan dan kesungguhan hati.

Kapan saat yang tepat kita minta kepada Allah Azza Wa Jalla ?

Menurut sabda Rasulullah SAW saat terkabulnya doa adalah ketika kita usai sholat lima waktu (di setiap masing-masing waktu), di sepertiga akhir malam (sekitar pukul 02.00 – menjelang shubuh), di antara azan dan iqomat, diantara dua khutbah jum’at, dan setelah membaca Al qur’an.

Jadi mutlak hukumnya manakala ingin kaya dan diberkahi serta diridhoi Allah kita wajib melaksanakan shalat lima waktu, datang ke masjid setiap jum’at, hadir shalat jamaah di masjid, shalat tahajud dan membaca Al qur’an. Beratkah ?

Iya ! hal tersebut sangatlah berat, namun bukan berarti kita tidak sanggup melaksanakannya. Allah suka terhadap amalan yang sedikit namun dilaksanakan secara teratur. Artinya, kita harus menjalaninya dengan bertahap, tidak usah langsung tiba-tiba.

Bagi yang shalat wajibnya masih ”senin-kamis” sudilah kiranya memulai untuk melaksanakan sesuai perintah yang ada. Bagi yang enggan ”jumatan” mulailah untuk meluangkan waktunya. Bagi yang sering tertidur lelap di tengah malam, bangunlah dan gelarlah sajadahmu, mohon dan menangislah di keheningan malam. Reguk kenikmatan kala berhadapan secara ”privacy” dengan-Nya. Dan bagi yang belum bisa membaca huruf arab, belajarlah. Banyak cara dan sarana untuk kita dalam mempelajari Al qur’an.

Dan manakala kita telah berusaha keras dan istiqomah dalam menjalankannya, di kala berdoa mintalah secara spesifik. Misalnya kita butuh modal uang sebesar lima puluh juta, mintalah dengan segala ketulusan dan keyakinan kepada-Nya. Jangan berbasa-basi dengan alasan seolah dengan Allah Maha Tahu lantas kita menyerahkan semua kepada-Nya. Allah ingin memberikan apa yang kita butuh, lagipula secara psikologi, manakala kita sering mengucapkan kata-kata tersebut maka itu akan menjadi sebuah mindset di dalam otak kita. Coba dan buktikanlah !

2. Pemaksimalan Fungsi Otak

Setelah keyakinan kita sedemikian bulat, saatnyalah bagi kita untuk menerjemahkan doa-doa kita tadi dalam sebuah perencanaan. Buatlah perencanaan mulai dari yang paling realistis hingga yang paling tidak realistis. Dan siapkan pula langkah-langkah antisipasinya untuk menjawab manakala perencanaan kita meleset.

Di dalam ilmu managemen hal itu kita kenal dengan istilah analisa SWOT. Yaitu sebuah cara analisa dengan mengetahui Strenght (kekuatan) – Weakness (kelemahan) – Opportunity (kesempatan) – Threat (ancaman) yang ada pada kita.

Berpikir, berpikir, dan berpikir lah...kerahkan seluruh kemampuan kita dengan sebuah kemauan ! Gagal merencanakan adalah berarti merencanakan kegagalan !

3. Keberanian

Kunci dari semuanya adalah keberanian kita ! Perencanaan di atas kertas yang telah kita susun tak akan bermanfaat sama sekali tanpa adanya keberanian.

Lantas mengapa kita harus takut ? apa lagi yang kita takutkan manakala kita telah mempunyai backing yang Maha Hebat !

Resiko dari itu semua adalah kegagalan !

Namun manakala kita tidak memiliki keberanian resikonya adalah kita sama dengan orang-orang yang anti Tuhan !

Silahkan pilih, anda mencoba tapi gagal atau anda gagal dalam mencoba sehingga akan menyebabkan penyesalan yang besar !

Selamat mencoba...nekatlah sehingga jaya di genggaman....

Welcome to the club...the Nekaters................

Wallahu ‘alam bi shawab…………………..

Pancoran

Minggu, 23 Nopember 2008